A. Memahami Otak Kita
Permukaan otak biasa disebut cerebral cortex. Bentuknya berlipat-lipat dan di dalamnya terdapat sel-sel saraf. Jika cerebral cortex berbentuk datar, kira-kira luasnya bisa mencapai 2.500 cm2. Berdasarkan statistik, kira-kira terdapat 60-140 milyar sel saraf di sekitar cerebral cortex. Semakin banyak jumlah sel otak, maka semakin kompleks dan besar otak.
Cerebral cortex terbagi menjadi dua: original cortex dan neocortex.
- Original cortex bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi yang berhubungan dengan insting atau naluri, seperti fungsi untuk merasakan, membaui, reproduksi endokrin dan mempertahankan kehidupan.
- Neocortex bertanggung jawab untuk fungsi intuisi, berpikir, mempersepsi dan kreativitas.
Neocortex sendiri selanjutnya dibagi menjadi dua: bagian fungsi primer dan bagian yang terhubung ke otak
- Bagian fungsi primer - memerintahkan fungsi kesadaran, merasakan, dan pergerakan atau olahraga.
- Bagian yang terhubung dengan otak - bagian yang menunggu untuk dikembangkan, dibuat dan mempelajari fungsi-fungsi kompleks lainnya.
Ketika fetus (janin) berada dalam rahim ibu, area kehidupan fetus mulai berkembang. Saat menginjak usia 0-3 tahun, area emosi-lah yang berkembang dengan cepat. Usia 4-8 tahun, fungsi/area berpikir mulai terbangun. Usia 9-16 tahun, bagian kejiwaan/spiritual pun secara bertahap menjadi matang. Oleh karena itu, setelah umur 17 tahun, 'keinginan' dan 'ketidak inginan' menjadi model utama kerja otak.
Jika kita mengibaratkan otak kita seperti komputer, usia 0-3 tahun setara dengan fase piranti keras atau hardware. Usia 4-8 tahun setara dengan fase piranti lunak atau software. Sedangkan diatas usia 9 tahun, setara dengan fase operasional atau dapat dikatakan seperti praktek menggunakan komputer tersebut.
B. Otak Kiri dan Otak Kanan
Pikiran kita beroperasi di wilayah dua belahan otak, yaitu: analitis di kiri dan kreatifitas di kanan. Sedangkan pada umumnya orang-orang cenderung untuk lebih menekankan pada kegunaan salah satu bagian otak saja, otak kiri atau otak kanan. Jadi, banyak potensi di dalam diri kita yang tidak dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, semakin kita mengenal kerja otak kita, semakin banyak kita mengetahui pentingnya keseimbangan kerja otak kiri dan otak kanan.
Belahan kiri digambarkan sebagai analitis karena beroperasi di linear dan pola sekuensial dengan bergerak dari satu titik ke titik lain dengan cara langkah demi langkah.Hal ini paling efisien dalam memproses informasi verbal (bahasa).
Sehingga orang dengan otak kiri dapat digambarkan sebagai berikut: merespons dengan berurutan, cara yang logis, dan kuat dalam matematikan dan ilmu pengetahuan dan dapat menjawab pertanyaan dengan cepat.
Belahan kanan adalah bagian kreatif dimana ia mencari dan membangun dan mengakui pola-pola hubungan antara bagian-bagian yang terpisah. Tidak bergerak secara linear, tetapi proses secara bersamaan. Hal yang paling efisien dalam pemrosesan visual dan spasial.
Untuk itu, orang dengan otak kanan digambarkan seperti ini: dipimpin oleh intuisi dan kreatifitas, berpikir secara mendalam dan mungkin memiliki kecerdasan tingkat tinggi. Otak kanan membuat siswa besar di bidang seni dan ilmu sosial. Selain menjadi lebih spontan daripada konservatif dengan otak kiri, otak kanan intuitif dan lebih suka mengikuti insting mereka ketika mengambil keputusan.
C. Metode Belajar Keseimbangan Otak
Pertanyaan selanjutnya yang biasanya timbul setelah seseorang mengetahui kerja otak kiri dan otak kanan adalah sebagai berikut:
- Manakah yang lebih baik, dominan otak kiri atau otak kanan?
- Apakah mungkin seseorang memiliki keseimbangan otak?
- Apakah manfaat dari keseimbangan otak?
- Bagaimana mencapai keseimbangan otak?
Untuk itulah, BCL merancang 2 Hari Workshop HEALTHY CONCENTRATION For Kids untuk anak usia 6-15 tahun sebagai DASAR untuk lebih efektif dalam berpikir dan belajar. Metode Balanced-Brain Learning Method adalah inti metode belajar yang merangsang dan menggerakkan anak-anak untuk berpikir pada kinerja yang tinggi.


